About Us

PERJALANAN GEKKO BALI
Halo sahabat Gekko Bali, perkenalkan saya Gede Putu Sumerta yang sering dipanggil Eta, saya selaku owner dari Brand “GEKKO”, berikut saya akan berbagi cerita mengenai perjalanan singkat saya dari awal sampai sekarang dalam bisnis menggunakan nama Brand “GEKKO”.

GEKKO merupakan suatu nama Brand usaha kecil menengah di Bidang Kuliner. Dimulai pada tahun 2004 yang dibuka di kawasan Kuta Galeri dengan nama GEKKO BLUE CAFE. Selama dua tahun kawasan tersebut belum juga berkembang apalagi ditambah dengan Bom Bali ke-2 maka kami memutuskan untuk tutup. Bersamaan dengan situasi tersebut kami mencoba mencari peluang kembali, dapatlah di kawasan Jimbaran tepatnya di kawasan Pantai Muaya Jimbaran dengan nama GEKKO JIMBARAN dengan menu Spesial Ikan panggang. Bisnis berjalan lancar sesuai harapan dengan sisa kontrak sebelumnya yaitu selama tiga setengah tahun. Berjalannya waktu mulailah kami dengan tender kontrak baru selama lima tahun. Tapi pada tender tersebut nasib tidak berpihak kepada GEKKO, sehingga kami kalah tender dan berusaha cari peluang lagi.

Akhirnya kami bekerja sama dengan TIRAM CAFE yang berada di Kedonganan dengan nama GEKKO TIRAM, tepatnya di pantai Kedonganan dengan menu Spesial Ikan Panggang, dengan masuknya GEKKO sebagai partner bisnis dengan TIRAM CAFE, membuat tempat tersebut menjadi ramai sesuai dengan rencana tapi sangat disayangkan kami hanya bertahan selama satu setengah tahun. Kemudiaan kami bergabung dengan OCEAN CAFE yang berada di pantai Kedonganan juga dengan Spesial Ikan Panggangnya. Selama tiga setengah tahun kita berpartner tentu dengan nama GEKKO THE OCEAN. Kembali lagi kami bisa membuat tempatnya menjadi ramai, tentunya sesuai apa yang kami harapkan tapi keberadaan kami tidak bisa lama.

Selama berjalannya GEKKO THE OCEAN kami sempat mencoba membuka tempat usaha di luar Kedonganan yaitu di Seminyak kawasan Kayu Aya Food Vilagge dengan nama WARUNG GEKKO SEMINYAK namun tidak berlangsung lama hanya satu setangah tahun, karena terbentur dengan kerja sama dan aturan desa dimana lokasi tersebut rencananya akan dibangun hotel. Disamping itu kami juga sempat bergabung dengan BOS CAFE dengan nama GEKKO BOS CAFE, bisa ramai juga namun tidak bertahan lama hanya satu setengah tahun, karena terbentur tender dan pajak on the line sehingga tidak bisa menggunakan dua nama dalam satu perusahan.

Singkat cerita kami “GEKKO” sekarang bekerja sama dengan BALI CAFE 21, bukan dengan nama GEKKO BALI CAFE 21, tapi kita bernaung dengan satu nama yaitu BALI CAFE 21, karena beberapa faktor diatas. Maka dari itu, kami sempat berfikir bahwa tempat atau orang yang kami ajak berbisnis belum ada yang bisa mengerti antara satu sama lain dengan maksud bahwa tempat di Kedonganan adalah tempat milik desa dan bukan milik perseorangan. Dengan demikian sangat sulit untuk mencari suatu kesepakatan bisnis yang sebenarnya. Kembali lagi GEKKO mencari peluang di luar kawasan Kedonganan yaitu di Jl. Waringin Airport Ngurah Rai No. 4 Tuban, (100m ke timur dari Patung Ksatria Gatot Kaca) dengan nama WARUNG GEKKO TUBAN. Disni tersedia menu seperti di Kedonganan tapi dengan HARGA LOKAL yang di padukan dengan menu andalan saat ini yaitu SUP SALMON. Dimana kami sudah buka dari tanggal 1 nopember 2016 sampai sekarang.

Jadi itulah sedikit cerita perjalanan bisnis dari Brand GEKKO di BALI. Walaupun jatuh beberapa kali kami tetap bangkit dan bangkit, terus berjuang, jangan sampai menyerah untuk suatu hal yang cerah di masa depan, tetap semangat dan mudah-mudahan dengan doa dan kerja keras, kami akan memperoleh semuanya sesuai dengan harapan. SVAHA.